VaSung : Dana BOS Terancam Tidak Cair Jika Kepsek dan Operator Sekolah Belum Melakukan Sinkronisasi

Vanda Sarundajang

MANADO, MEDIAREALITA.COM – Anggota komisi X DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Utara Vanda Sarundajang (Vasung) mengingatkan kepada stakeholder pendidikan di Sulawesi Utara, terutama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten Kota se Sulut termasuk kepala satuan pendidikan atau Kepala Sekolah terkait batas akhir sinkronisasi Dapodik (Data Pokok Pendidikan).

Melalui siaran pers, Rabu (23/08/2023) Vasung menegaskan sesuai Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2022 batas akhir sinkronisasi Dapodik jatuh pada tanggal 31 Agustus 2023.

Read More
Baca juga:  Pajak Desa Koha Tembus 94 Persen, Hukum Tua Nelly Rori: Dari Rakyat untuk Rakyat

“Oleh karena itu kepala satuan pendidikan atau kepala sekolah harus memastikan ke operator sekolah bahwa Dapodiknya sudah di sinkronisasi dan memastikan sudah ada notifikasi berhasil disinkronisasikan.” tukasĀ  VaSung.

Jika masih ada warna merah saat melakukan input data, kata Vasung, berarti masih ada item yang belum lengkap.

“Sinkronisasi dapodik ini sangat penting karena menjadi salah satu prasyaratan untuk pencairan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).” tukasnya mengingatkan.

Koordinator penyaluran dan penyerapan aspirasi PIP Vanda Sarundajang se Sulawesi Utara Torry Kojongian menambahkan apabila data peserta didik tidak tersinkronisasi sampai 31 Agustus nanti, maka yang akan di rugikan adalah Sekolah, peserta didik dan orang tua siswa.

Baca juga:  Berkat Lobi Vanda Sarundajang 3 Milyar Tersalur untuk Bedah Rumah BSPS di Minahasa, Minsel dan Mitra

“Karena dana BOS tidak dapat dicairkan dan Program Indonesia Pintar (PIP) tidak bisa diusulkan/diinput sebagai calon penerima PIP.” terang Kojongian.

Untuk itu, kerjasama dan sinergitas antar stakeholder pendidikan, menurut Kojongian, menjadi sangat penting dalam perealisasian PIP..

 

Terry Lumentut

Related posts